VISI

Berprestasi, Berbudi Pekerti, dan Lingkungan yang Asri

Kamis, 21 Maret 2013

Ahmad Wahyu Tirta Membawa Dua Piala Untuk SMP N 35 Kab. Tebo

Ahmad Wahyu Tirta, Kelas VIII SMP N 35 Kab Tebo membawa dua piala kejuaraan Atletik; Lempar Lembing dan Lompat Jauh O2SN tingkat Kabupaten Teboselanjutnya terus latihan persiapan O2SN tingkat Provinsi di Jambi.

Selasa, 19 Maret 2013

PERSIAPAN O2SN TINGKAT KABUPATEN

AHMAD WAHYU TIRTA  Kls VIII terpilih untuk seleksi O2SN tingkat Kabupaten Tebo, setelah mengikuti seleksi tingkat Kecamatan Rimbo Bujang, tanggal 4 Maret 2013. dilatih dan dibimbing oleh Guru Penjaskes, Tri Handoyo, S.Pd. terlihat semangat di pagi hari itu. Meski hanya satu cabang olahraga yang dapat diraih, Atletik.

Minggu, 17 Maret 2013

Perhitungan Beban Kerja Guru



BEBAN KERJA GURU
 
(Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008)

1.      Guru tanpa tugas tambahan adalah 24 s.d 40 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl 52 (2)), dilaksanakan minimal 6 jam tatap muka pada sekolah tempat tugas sebagai guru tetap (Psl 52 (3))
2.      Guru yang mendapat tugas tambahan:
a.       Kepala sekolah minimal 6 jam tatap muka dalam 1 minggu atau membimbing minimal 40 orang siswa bagi kepala sekolah yang berasal dari guru BK/konselor (Psl 54 (1))
b.      Wakil kepala sekolah minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu atau membimbing minimal 80 orang siswa bagi kepala sekolah yang berasal dari guru BK/konselor (Psl 54 (2))
3.      Kepala program keahlian (SMK) minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl 54 (3))
4.      Kepala perpustakaan minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl 54 (4))
5.      Kepala laboratorium dan bengkel/unit produksi (SMK) minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl 54 (5))
6.      Guru BK membimbing  minimal 150 siswa per tahun pada satu atau lebih sekolah (Psl 54 (5))

WAKIL KEPALA SEKOLAH
1.      Jumlah wakil kepala sekolah maksimal 4 orang yang terdiri dari Urusan Kurikulum, Urusan Kesiswaan, Urusan Sarana Prasarana, dan Urusan Hubungan Masyarakat (Instrumen PK tugas tambahan guru pada Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010)
2.      Berdasarkan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 (Standar Pengelolaan):
a.       SD tidak memiliki wakil kepala sekolah
b.      SMP memiliki 1 wakil kepala sekolah
c.       SMA memiliki 3 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, dan Sarana Prasarana)
d.      SMK memiliki 4 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Hu- bungan Industri)
3.      Berdasarkan SK Dirjen Dikdasmen Depdiknas RI Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004 tentang Pedoman Tipe SMP:
a.       Tipe A (≥ 27 rombel)       : memiliki 3 wakil kepala sekolah
b.      Tipe A1 (24-26 rombel)  : memiliki 2 wakil kepala sekolah
c.       Tipe A2 (21-24 rombel)  : memiliki 2 wakil kepala sekolah
d.      Tipe B (18-20 rombel)     : memiliki 2 wakil kepala sekolah
e.       Tipe B1 (15-19 rombel)   : memiliki 2 wakil kepala sekolah
f.       Tipe B2 (12-14 rombel)   : memiliki 1 wakil kepala sekolah
g.      Tipe C (9-11 rombel)       : memiliki 1 wakil kepala sekolah
h.      Tipe C1 (6-8 rombel)       : tidak memiliki wakil kepala sekolah
i.        Tipe C2 (3-5 rombel)       : tidak memiliki wakil kepala sekolah

KEPALA PERPUSTAKAAN
(Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah)
Setiap sekolah/madrasah untuk semua jenis dan jenjang dapat mengangkat kepala perpustakaan, jika memiliki:
1.      Tenaga perpustakaan sekolah/madrasah lebih dari satu orang,  Rombongan belajar (rombel) lebih dari enam,
2.      Koleksi minimal 1000 (seribu)  judul materi perpustakaan,

KETENTUAN KEPALA LABORATORIUM/BENGKEL
(Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Prasarana)

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
1.      Ruang laboratorium IPA berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran IPA secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
2.      Ruang laboratorium IPA dapat menampung minimum satu rombongan belajar
3.      Rasio minimum luas ruang laboratorium IPA 2,4 m/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. Lebar minimum ruang laboratorium IPA 5 m.
4.      Ruang laboratorium IPA dilengkapi dengan fasilitas untuk memberi pencahayaan yang memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
5.      Tersedia air bersih.
6.      Ruang laboratorium IPA dilengkapi sarana

SEKOLAH MENENGAH ATAS
A. Ruang Laboratorium Biologi
1)      Ruang laboratorium biologi berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran biologi secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
2)      Ruang laboratorium biologi dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
3)      Rasio minimum ruang laboratorium biologi 2,4 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2  termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. Lebar minimum ruang laboratorium biologi 5 m.
4)      Ruang laboratorium biologi memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
5)      Ruang laboratorium biologi dilengkapi sarana

B. Ruang Laboratorium Fisika
1)       Ruang laboratorium fisika berfungsi se bagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran fisika secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
2)       Ruang laboratorium fisika dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
3)       Rasio minimum ruang laboratorium fisika 2,4 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2  termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2 . Lebar ruang laboratorium fisika minimum 5 m.
4)       Ruang laboratorium fisika memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
5)       Ruang laboratorium fisika dilengkapi sarana
C.   Ruang Laboratorium Kimia
1)      Ruang laboratorium kimia berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran kimia secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.
2)      Ruang laboratorium kimia dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
3)      Rasio minimum ruang laboratorium kimia 2,4 m2 /peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2  termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. Lebar ruang laboratorium kimia minimum 5 m.
4)      Ruang laboratorium kimia memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.
5)      Ruang laboratorium kimia dilengkapi sarana

D. Ruang Laboratorium Komputer
1)      Ruang laboratorium komputer berfungsi sebagai tempat mengembangkan keterampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. 
2)      Ruang laboratorium komputer dapat menampung minimum satu rombongan belajar yang bekerja dalam kelompok @ 2 orang.
3)      Rasio minimum luas ruang laboratorium komputer 2 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 15 orang, luas minimum ruang laboratorium komputer 30 m2. Lebar minimum ruang laboratorium komputer 5 m.
4)      Ruang laboratorium komputer dilengkapi sarana

E. Ruang Laboratorium Bahasa
1)        Ruang laboratorium bahasa berfungsi sebagai tempat mengembangkan keterampilan berbahasa, khusus untuk sekolah yang mempunyai Jurusan Bahasa.
2)        Ruang laboratorium bahasa dapat menampung minimum satu rombongan belajar.
3)        Rasio minimum ruang laboratorium bahasa 2 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 15 orang, luas minimum ruang laboratorium 30 m2. Lebar mi- nimum ruang laboratorium bahasa 5 m.
4)        Ruang laboratorium bahasa dilengkapi sarana


PENAMBAHAN JAM PELAJARAN
1.      Penambahan jam pelajaran sesuai Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tetang Standar Isi maksimal 4 (empat) jam untuk seluruh mata pelajaran.
2.      Penambahan jam pelajaran berdasarkan kepentingan siswa (peserta didik) dan dilakukan setelah melalui analisis konteks.
3.      Penambahan jam pelajaran harus dimuat dalam dokumen kurikulum, memuat alasan penambahan jam diikuti perubahan jam dalam struktur kurikulum, silabus, dan RPP
4.      Di bawah ini disajikan struktur kurikulum generic untuk semua jenjang dan jenis pendidikan dasar dan menengah.

 STRUKTUR KURIKULUM
(Permendiknas Nomor 22Tahun 2006 Tentang Standar Isi)
B.     Struktur Kurikulum SMP/MTs
Komponen
Kelas dan Alokasi Waktu
VII
VIII
IX
A.  Mata Pelajaran



1.       Pendidikan Agama
2
2
2
2.       Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
3.       Bahasa Indonesia
4
4
4
4.       Bahasa Inggris
4
4
4
5.       Matematika
4
4
4
6.       Ilmu Pengetahuan Alam
4
4
4
7.       Ilmu Pengetahuan Sosial
4
4
4
8.       Seni Budaya
2
2
2
9.       Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
2
2
2
10.    Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi
2
2
2
B. Muatan Lokal
2
2
2
C. Pengembangan Diri
2*)
2*)
      2*)
Jumlah
32
32
32
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
1.       Kurikulum SMP/MTs memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel di atas.
2.       Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SMP/MTs merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”
3.       Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan  sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
4.       Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 40 menit.
Disadur dari beberapa sumber.